Fayakhun Andriadi, politisi muda
Partai Golkar yang kini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta
pernah mendapatkan Anugerah The Star dari Indonesia satu Foundation. Sebagai
informasi, anugerah tersebut diberikan kepada tokoh muda yang diharapkan akan
membawa perubahan ke depan dalam kiprahnya masing-masing.
“Penghargaan ini merupakan surprise
buat saya. Karena saya menjadi politisi bukan tipe yang suka tampil, saya tipe
yang senang bekerja. Ternyata dalam bekerja ada yang mengamati saya. Ini merupakan
amanah, sehingga penghargaan ini menjadi motivasi saya untuk ke depan betul-betul
bisa memberikan dharma bakti yang terbaik untuk bangsa dan negara,” ucap
Fayakhun usai Penghargaan Komitmen Pemimpin Pancasila di Hotel Intercontinental
Midplaza.
Fayakhun Andriadi kemudian
mengatakan bahwa di zaman digital seperti sekarang ini, Pancasila bukan lagi
sebatas ideologi. Melainkan Pancasila harus sudah menjadi darah daging dari
bangsa Indonesia. Karena menurut Fayakhun, tanpa Pancasila, mungkin bangsa ini
sudah pecah-belah dan berantakan. Apalagi di zaman digital seperti sekarang
ini. Maka ini menjadi tantangan bagi saya untuk mengawal Pancasila di era digital.
Menurutnya, untuk mempersatukan
bangsa memang harus mengadopsi dan melestarikan oleh generasi penerus. Namun
caranya sudah tidak bisa lagi dengan doktrin seperti di zaman Soeharto.
“Anak sekarang semakin di doktrin
semakin tidak mau. Caranya harus dengan yang populer sehingga menumbuhkan rasa
cinta tanah air, karena setiap anak Indonesia yang lahir sebetulnya genetiknya
sudah Pancasila. Namun bagaimana dibangunkan agar tumbuh secara Pancasilais,”
kata Fayakhun.
Fayakhun menambahkan, tentu untuk
melestarikan Pancasila adalah tugas utama pemerintah. Sementara seluruh rakyat
Indonesia harus ikut mengawalnya.
“Pemerintah harus di depan. Namun
kita berharap siapa pun yang berkuasa semangat mempertahankan dan mengawal
Pancasila tidak pudar,” harap dia.
Seperti diketahui, Indonesiasatu
Foundation kembali menggelar Indonesia Satu Award yang merupakan anugerah
komitmen Pemimpin Pancasila kepada 10 tokoh nasional. Mereka adalah
pemimpin-pemimpin yang dianggap berkomitmen mewacanakan dan mengimplementasikan
ideologi Pancasila dalam posisi mereka masing-masing.
Pemimpin-pemimpin tersebut
diantaranya Hamdan Zoelva (Hakim Konstitusi Republik Indonesia), Azwar Abubakar
(Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), Jimly
Asshiddiqie (Pakar Hukum Tata Negara), G.K. Ratu Hemas (Wakil Ketua DPD RI) dan
Rokhmin Dahuri (Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI).
Disamping itu lima tokoh muda,
Fayakun Andriadi, Damien Dematra, Johan Gazali, Daniel Tagudedo dan Hikmanto
Juwono telah menerima Anugerah The STAR sebagai tokoh mudah yang diharapkan
akan membawa perubahan kedepan dalam kiprahnya masing-masing. fayakhun

Tidak ada komentar:
Posting Komentar