fayakahun andriadi mengatakan Buruknya peran BNP2TKI dalam kinerjanya
membuat banyak pihak merasa resah. Apalagi selama ini ditengarai ada konflik
kepentingan antara BNP2TKI dengan Kemenakertrans. Hal ini pun yang diulas oleh
Fayakhun Andriadi, Ketua DPD Golkar DKI Jakarta. Melalui akun pribadinya di
kompasiana.com, Fayakhun menulis :
“BNP2TKI relasinya dengan Kemenakertrans
sebagai pelaksana teknis dari kebijakan yang dikeluarkan kementerian dalam
penempatan TKI di luar negeri. Dalam kenyataannya, selama ini kedua lembaga
ini, karena menyangkut “lahan rezeki”, seringnya berebut peran dalam penempatan
TKI. Bahkan keduanya terkesan kuat ada dualisme kepemimpinan dalam menyediakan
pelayanan TKI.”
“Bila sudah begini, jangan harap BNP2TKI dapat
maksimal bertugas melakukan tugasnya dalam penempatan dan perlindungan terhadap
TKI di luar negeri. Sampai pada titik inilah, TKI yang hanya jadi korban,
karena tidaknya ada komitmen dan keseriusan dari para pemangku kebijakan dalam
menangani mereka,” tambah Fayakhun.
Karena itu, Ketua DPD Partai Golkar DKI
Jakarta tersebut, memberikan tawaran dua opsi untuk lembaga ini. “Kita tidak
mengharapkan lagi kinerja yang optimal dari BNP2TKI sebagai badan yang bertugas
melindungi TKI di luar negeri. Karenanya pilihannya hanya dua untuk lembaga
ini, bila tidak dibubarkan, maka ia menjadi salah satu direktorat di
Kemenakertrans,” tulis Fayakhun.
fayakahun andriadi mengatakan “Rasionalisasinya sangat jelas. Pertama, badan
ini sudah tidak lagi efektif menjalankan peran dan fungsinya sebagaimana yang
diamanatkan dalam UU No 39 tahun 2004 itu. Kedua, keberadaannya selama ini
kerap memposisikan sebagai “lawan tanding” kementerian yang jelas bertentangan
dengan cita-cita awal pendiriannya. Ketiga, lembaga ini lebih banyak sibuk
mengurusi konflik yang terjadi baik di kalangan internal lembaga itu, atau
bahkan dengan kementerian. Kondisi inilah yang membuat tidak lagi produktif
keberadaannya. Keempat, semakin banyaknya TKI yang menjadi korban di luar
negeri, tanpa penting yang dilakukan oleh BNP2TKI,” papar Fayakhun memberikan
pandangan.
Fayakhun menyadari bahwa pilihan tersebut
tentu saja akan membawa konsekuensi ekonomi politik yang tidak kecil. Baik bagi
para pegawai di BNP2TKI itu sendiri, maupun terkait dengan legitimasi
pemerintah. Namun, pihak pemerintah harus berani dan tegas, dibanding harus
miris menyaksikan para TKI di luar negeri kita yang setiap tahunnya banyak mengalami
kekerasan.
“Opsi kedua, bila ingin menghindari krisis
legitimasi yang lebih luas dialami oleh pemerintah, maka dapat diambil
keputusan dengan memasukkan tugas dan peran lembaga itu ke dalam kementerian.
Artinya, dibuatkan direktorat tersendiri yang selama ini mengurusi tugas-tugas
BNP2TKI. Catatannya, perlu dibuat aturan yang lebih tegas agar terhindar lagi
dualisme kepemimpinan atau tumpang tindih peran,” pungkas Fayakhun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar